Ziaroh Weilingan

Rp75.000

Category:

Judul : Ziaroh Welingan
Penulis : Muhammad Ariby Zahron
Editor : Dr. Helmi Muhammad, SE. MM
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Tebal : 203
Sinopsis:
Buku ini secara singkat membahas dan mengulas pandangan umum terkait pola pikir dan sistematisasi pesantren dalam konteks kehidupan sosialnya. Terlepas dari judulnya, ziarah welingan tidak semata-mata mengenai interpretasi yang sederhana. Melainkan, buku ini mengajak kita untuk mengamati dengan lebih cermat perilaku yang—meskipun mungkin terlewatkan dalam pandangan kita, seharusnya menjadi perhatian utama dalam konsep ini. Jika kita mengartikan ziarah sebagai sebuah kunjungan, sebenarnya yang kita lakukan adalah mengamati pola kehidupan yang menguntungkan dari pesantren, terutama peran “santri” sebagai representasi keislaman.
Jika kita menafsirkan “welingan” secara harfiah, maka artinya adalah wasiat. Buku ini mengandung sejumlah pesan yang seharusnya menjadi bagian dari warisan turun-temurun yang dilestarikan oleh masyarakat santri kepada komunitas sosialnya. Dengan menekankan esensi ketakwaan, harapannya, para santri dan pembaca buku ini dapat dipengaruhi oleh pemikiran yang selama ini terpinggirkan di lapisan bawah kesadaran mereka. Ini menggambarkan bahwa memahami pesantren sebenarnya adalah mendukung keislaman dengan berbagai aspek budaya, tradisi, ide, sistem, dan sudut pandang yang dimilikinya.
Kendati demikian, alih-alih mendapati sebuah pesan keagamaan sebagai informasi yang terus-menerus bertambah dan menggumpal untuk membentuk kesatuan yang runtut seiring pembacaan dari esai pertama hingga esai terakhir, saya justru membayangkan beberapa topik dasar, topik umum, maupun kaidah dasar tersebut adalah serupa lema-lema di dalam ensiklopedia. Saya berharap untuk mengembangkan dan juga berkembang melalui interaksi dengan pembaca yang menyusun ulang dan menceritakan kembali materi tersebut agar terasa sehingga dapat disebut seolah-olah ensiklopedia—alih-alih kamus karena entri-entri ini bukanlah definisi, melainkan uraian ihwal ruang, waktu, sejarah, masyarakat, dan narasi keislaman. Dengan demikian, buku ini tidak dimaksudkan untuk menjadi awal atau penutup keseluruhan, melainkan sebagai peristiwa yang dapat dijelajahi dari berbagai titik dan saling menjadi referensi yang saling berkaitan.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Ziaroh Weilingan”

Your email address will not be published. Required fields are marked *